Trump Kalang Kabut Demokrat Diprediksi Menang Pemilu Sela AS
Partai Demokrat diprediksi akan menang dalam pemilihan sela atau midterm election Amerika Serikat yang digelar besok, Selasa (3/11).
Partai pimpinan Presiden AS saat ini Donald Trump, Republik, berusaha menggunakan segala cara untuk mencegah Demokrat mendominasi suara di pemilihan kali ini.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Demokrat hampir dipastikan akan merebut mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Republik dalam pemungutan suara pada Selasa. Demokrat juga memiliki peluang untuk memenangkan Senat.
Jajak pendapat yang dirilis NBC News pada Minggu menunjukkan Demokrat akan menguasai Kongres hingga 52 persen, dan Republik 45 persen.
"Partai Demokrat punya keunggulan yang cukup besar dalam perebutan kendali Kongres beberapa hari menjelang pemilihan paruh waktu," demikian keterangan NBC.
Survei NBC juga menyebut 60 persen responden tak setuju dengan kinerja Trump, khususnya terkait kenaikan harga perang melawan Iran.
Sebanyak 50 persen responden turut menyerukan perubahan "besar-besaran", sebuah angka tertinggi baru dalam data jajak pendapat NBC News.
Dalam 30 tahun jajak pendapat NBC, untuk pertama kalinya lebih banyak pemilih yang mengatakan mereka tak puas dengan situasi keuangan mereka daripada yang puas. Angka ini masing-masing 51 persen dan 49 persen.
Pakar jajak pendapat dari Hart Research Associates, Jeff Horwitt, mengatakan banyak pemilih khawatir dengan kondisi ekonomi AS saat ini.
"Pemerintahan Trump bisa disimpulkan sebagai janji dua tahun lalu dan bahaya dua hari dari sekarang," kata Horwitt.
Di luar survei itu, para analisis juga menilai Partai Demokrat mengalami peningkatan popularitas.
Kemenangan besar Partai Demokrat dinilai akan menjadi awal era pasca-Trump dan bahkan bisa membuka jalan untuk pemilihan capres tahun 2028.
Bagaimana reaksi Trump dan Republik?
Trump dan Republik tampak menggunakan segala cara untuk meraup suara.
Pada Minggu (1/11), Trump mengadakan rapat umum untuk mendukung kandidat Republik di Iowa dan Kansas. Dua negara bagian ini adalah lumbung suara mereka dan seharusnya Republik yakin dengan kemenangan di sini tanpa perlu membutuhkan dukungan presiden.
Dalam kampanye itu, Trump menyebut Demokrat akan mengubah AS jadi negara komunis. Dia juga menjanjikan tiap orang bakal meraih US$5.000 jika partainya menang.
"Kita akan menang. Demokrat radikal ekstrem dan berbahaya yang akan mencuri kekayaan Anda," kata Trump di Iowa, dikutip AFP.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Partai Arab Ogah Gabung Eisenkot sampai Ancaman Perang Baru AS-Iran |
Kampanye-kampanye Republik juga ditandai dengan bahasa yang pedas dan penuh hinaan. Para anggota dan Trump menuduh kandidat-kandidat Demokrat terkemuka sebagai komunis dan pro-teroris.
Tak cuma labelling semacam itu, partai ini juga mendapat kuncuran dana kampanye yang melimpah dari pendukung salah satunya bos Tesla sekaligus media sosial X Elon Musk.
Dia telah memberi hampir US$ 500 juta untuk membantu Partai Republik menang dalam pemilu sela.
Hasil pemilihan Senat masih belum pasti. Dalam pemilu sela ini, hanya sepertiga dari 100 kursi Senat yang diperebutkan.
Namun, dengan tantangan di negara bagian yang sangat pro-Republik seperti Texas dan Kansas, para pengamat mengatakan peluang Demokrat untuk beralih ke Senat setidaknya seimbang.
(isa/rds)