Trump Mulai Negosiasi Lagi, Iran Klaim Menang Perang Atas AS

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 07:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran mungkin akan tercapai setelah Teheran mengungkapkan negosiasi tidak langsung sedang berlangsung dengan Washington, Senin (2/11). (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran mungkin akan tercapai setelah Teheran mengungkapkan negosiasi tidak langsung sedang berlangsung dengan Washington, Senin (2/11).

"Harga minyak TURUN TAJAM, hampir US$10 (Rp181.000) per barel, SEBUAH REKOR, karena orang-orang merasa tidak akan ada Perang dengan Iran. Iran menginginkan penyelesaian, secepat mungkin. Itu bisa terjadi!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social menjelang pemilihan paruh waktu pada Selasa (3/11).

Pernyataan itu diutarakan Trump kala negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang yang telah terjadi sejak Februari ini masih mandek.

Negosiasi antara keduanya bahkan berhenti ketika eskalasi militer antara kedua negara kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin mengatakan bahwa pembicaraan "sangat intensif" tengah berlangsung dengan AS melalui mediator.

"Mengingat sensitivitas dan seriusnya situasi saat ini, konsultasi dan pembahasan berlangsung sangat intensif. Qatar dan Pakistan memainkan peran mediasi yang sangat aktif dalam negosiasi ini," katanya dalam wawancara video dengan kantor berita resmi IRNA.

Sementara itu, Wakil presiden Iran mengatakan bahwa pertukaran pesan dengan AS melalui mediator menunjukkan pengakuan Washington atas "kemenangan" Teheran dalam perang di Timur Tengah.

"Musuh kita gagal mencapai satu pun tujuannya dalam dua perang terakhir. Bahkan saat ini, meskipun Amerika Serikat, didorong oleh tujuan-tujuannya sendiri dan kekhawatiran terhadap opini publik dalam negeri, melakukan berbagai manuver, pesan-pesan yang disampaikan kepada Iran melalui perantara menunjukkan adanya pengakuan atas kemenangan kita," kata Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref, seperti dikutip kantor berita negara IRNA.

Kabar mengenai gelombang baru negosiasi AS-Iran ini berlangsung di saat ancaman perang babak baru muncul. 

Trump bahkan sempat mengatakan akan menargetkan satu atau dua target Iran termasuk situs nuklir yang dikenal Gunung Pickaxe.

Ia menegaskan AS tak buru-buru mengambil tindakan untuk menyerang. Namun, dia mengeklaim pasukan Negeri Paman Sam bisa melakukan operasi itu dengan waktu singkat.

Hal itu pun direspons keras oleh Iran yang mengancam akan melancarkan serangan balasan besar-besaran di Timur Tengah jika AS melancarkan perang lagi.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK