Bahan Kimia pada Matras Yoga Dapat Hambat Kehamilan

Rahman Indra, CNN Indonesia | Rabu, 30/08/2017 09:30 WIB
Bahan Kimia pada Matras Yoga Dapat Hambat Kehamilan Studi terbaru tim peneliti AS menemukan keterkaitan antara bahan kimia pada matras yoga dengan kesehatan reproduksi dan sukses tidaknya kehamilan. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Agaknya setelah ini, kaum perempuan, khususnya yang sedang menjalani program kehamilan dengan bayi tabung lebih berhati-hati dengan perabotan atau perlengkapan rumah tangga lain yang berbahan kimia.

Pasalnya, studi terbaru yang dilakukan Harvard T.H Chan School of Public Health menunjukkan adanya keterkaitan antara zat yang dikandung matras yoga misalnya, dengan tidak berhasilnya kehamilan pada perempuan yang menjalani program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Persoalannya, ditemukannya zat yang disebut organophosphate flame retardants (PRFs), yang biasa digunakan dalam polyurethane di sejumlah perlengkapan rumah tangga seperti perabotan, produk bayi dan termasuk matras yoga atau gym.


Bahan kimia yang ada di dalamnya dengan mudah bertransfer ke tubuh manusia lewat debu.


Dalam proses penelitiannya, ilmuwan menganalisa sampel urine dari 211 perempuan yang sedang menjalani program IVF di Massachussetts General Hospital Fertility Centre antara 2005 hingga 2015.

Setiap partisipan juga ikut ambil bagian dalam sudy Environment and Reproductive Health (EARTH) yang mencari tahu bagaimana bahan kimia dan gaya hidup mempengaruhi kesehatan reproduksi.

Bahan Kimia pada Matras Yoga Dapat Hambat KehamilanIlustrasi kehamilan. (Foto: Thinkstock/kjekol)
Hasil dari studi ini menemukan sebanyak 80 persen perempuan partisipan memiliki kandungan PFR dalam urine mereka.

Perempuan dengan konsentrasi bahan kimia tinggi akan berkurang kemungkinannya untuk berhasil hamil sebesar 10 persen, dan berkurang 31 persen kemungkinan berhasil untuk implantasi embrio.

"Temuan ini memperlihatkan bahwa eksposur terhadap zat PRF menjadi salah satu faktor yang menghambat kehamilan," ungkap salah satu imuwan, Courtney Carignan, peneliti di Departemen Kesehatan Lingkungan Harvard Chan School, seperti dilansir dari Metro, baru-baru ini.


Lebih jauh, Russ Hauser, profesor fisiologi reproduktif dari Frederick Lee Hisaw, Departemen Kesehatan Lingkungan menambahkan, pasangan yang sedang menjalani program bayi tabung baiknya mengurangi interaksi dengan perabotan berbahan kimia, kalau bisa yang bebas flame-retardants.

Namun, temuan dari studi ini masih d tahap awal. Para peneliti masih mencari tahu perihal ini lebih jauh dan mendalam, termasuk pengaruh zat kimia di perabotan rumah tangga pada pria, dan mungkin juga beda efek bahan kimia terhadap pria atau wanita.

Ada banyak faoktor yang mempengaruhi kesuburan atau reproduksi, jadi jika inginkan berhasil dalam program kehamilan yang sedang dijalani ada baiiknya berkonsultasi dengan spesialis yang lebih mengetahui.