Menurut Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, salah satu pembahasan mengenai stategi mengatasi berbagai aksi penolakan terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
"Ini rapat internal tentang bagaimana strategi ke depan, apalagi di lapangan banyak terjadi penolakan," kata Pras di gedung utama kantor DPD PDIP. DKI Jakarta, Ahad (20/11).
Oleh sebab itu, kata Pras, penting untuk mengadakan rapat konsolidasi membahas berbagai persoalan yang dihadapi. Strategi dalam pilkada ini penting, yang dia ibaratkan sebagai momen menghadapi perang.
“Rapat konsolidasi ini internal, tentang bagaimana strategi ke depan, kemudian memperkuat (strategi) apalagi sekarang sudah waktunya perang,” kata Pras.
Rapat juga akan dihadiri Ahok, sapaan Basuki, dan juga Djarot. Ahok terlebih dulu hadir di lokasi rapat. Sayangnya dia enggan berkomentar banyak perihal agenda rapat konsolidasi hari ini.
"Saya main saja," ujar Ahok singkat sebelum masuk ke gedung utama kantor DPD PDIP.
Untuk diketahui, dalam tiga pekan sejak dimulainya masa kampanye pasangan Ahok-Djarot sering mengalami penolakan dari warga. Penolakan tersebut didasari oleh warga yang tak setuju dengan pencalonan Ahok sebagai Gubernur DKI.
Namun begitu, Pras menjelaskan bahwa rapat kali ini tak hanya membahas soal strategi menghadapi kampanye ke depan melainkan membahas masalah lain juga, di antaranya masalah saksi.
Dia pun menekankan dalam rapat internal kali ini akan ada arahan dari Dewan Pimpinan Pusat PDIP Perjuangan yang kebetulan tiga hari lalu baru saja menggelar rapat koordinasi membahas Pilkada 2017 secara keseluruhan.