Cerita Sandiaga Uno Sambangi Seribu Titik Permukiman Jakarta

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 08/12/2016 07:53 WIB
Ribuan titik itu dikunjungi Sandiaga sejak November lalu. Ia berkata, selama kurun tersebut telah menghabiskan hingga Rp29,3 miliar. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S. Uno (tengah) saat berkampanye di kawasan Taman Sari, Jakarta, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sandiaga Uno telah menempuh perjalanan panjang sebelum menjadi pasangan dari calon gubernur Anies Baswedan. Sampai hari ini, Sandiaga mengklaim telah menginjak hampir seribu titik wilayah di seluruh Jakarta.

Jerih payah Sandiaga itu memang tak sesuai harapannya. Alih-alih menjadi calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga pada detik-detik terakhir pencalonan justru menjadi calon wakil gubernur mendampingi Anies Baswedan.

Namun Sandiaga tak kecewa dengan hal itu. Ia juga tak pernah berpikir perjalanannya selama ini berujung sia-sia. Sebab, selama mengelilingi penjuru ibu kota, Sandiaga mengaku banyak mendapat pengetahuan soal kehidupan warga Jakarta. 


"Saya beruntung bahwa banyak orang yang selalu bilang, 'wah pasti sedih banget, sudah berusaha keras, paling lama, sampainya cuma nomer dua'. Tapi saya bilang saya mendapat berkah, bahwa saya tahu Jakarta yang seperti ini," kata Sandiaga di Jakarta Barat, Selasa (6/12).

Perjalanan Sandiaga menyusuri titik-titik permukiman di ibu kota bermula pada 27 Januari 2015 sebelum proses Pilkada DKI Jakarta dimulai. Ia mengenang, wilayah pertama yang ia sambangi adalah Kebon Bawang, Jakarta Utara.

Banyak pengetahuan baru yang ia dapatkan mengenai kota Jakarta. Salah satu yang ia soroti adalah soal kebhinekaan.

Menurutnya, kebhinekaan dan persatuan hanya bisa dirawat kalau Islam dan agama lain saling toleransi. Adapun toleransi, kata dia, hanya bisa diwujudkan dengan menciptakan keadilan. "Keadilan bisa kalau ada kesejahteraan," ujar Sandiaga.

Dengan kata lain, bagi Sandi persoalan kebhinekaan sesungguhnya berpangkal pada persoalan kesejahteraan penduduk Jakarta. 

"Saya diketawain selama sembilan bulan dari Januari itu. Waktu saya bilang lapangan pekerjaan dan sembako murah tidak ada yang percaya sama saya. Tapi, alhamdulillah sekarang jadi isu sangat sentral," ujarnya.

Selama menyambangi seribu titik permukiman, Sandiaga mengaku telah menghabiskan uang Rp29,3 miliar untuk mensosialisasikan dirinya maju di Pilkada 2017.

Jumlah itu dikeluarkan hanya dalam rentang waktu sebelas bulan, sejak November 2015 hingga September 2016. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 persen atau Rp25,6 miliar digunakan untuk berbagai kegiatan menyerap aspirasi dan blusukan ke lebih dari 500 titik di 267 kelurahan serta 44 kecamatan di Jakarta.

Sementara sisanya, Rp1,8 miliar atau setara 6 persen digunakan untuk advokasi dan basis data, lalu Rp1,9 miliar atau 7 persen digunakan untuk biaya jaringan dan logistik.

Sandiaga tak merisaukan jumlah uang yang keluar. Sebab, hal itu terbayar dengan bertambahnya pemahaman dirinya atas persoalan Jakarta. Bekal pemahaman itulah yang kini menjadi modal bagi dirinya untuk berdialog dengan warga selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta. (wis/yul)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK