Verifikasi pemilih di daftar pemilih tambahan (DPTb) dilakukan sejak pagi guna menghindari penumpukan warga di satu jam terakhir masa pemungutan suara. Pada putaran pertama Pilkada DKI, penumpukan pemilih tambahan sempat terjadi di beberapa tempat pemungutan suara (TPS).
Pemilih tambahan muncul karena banyak warga ibu kota yang belum terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2017. Akibatnya, warga di DPTb baru dapat menggunakan suaranya pukul 12.00 hingga 13.00.
Pada 15 Februari lalu, tumpukan pemilih di satu jam terakhir masa pemungutan suara berakibat pada habisnya surat suara di beberapa TPS. Waktu bagi pemilih untuk berpindah TPS pun tak cukup karena koordinasi antar kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di tiap kelurahan tidak ada.
Akibatnya, banyak pemilih yang mengaku tak bisa menggunakan suaranya pada putaran pertama Pilkada ibu kota.
Pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI akan dilakukan 19 April. Penambahan jumlah pemilih dan TPS hampir dipastikan terjadi.
Warga yang telah terdaftar dalam DPT putaran pertama Pilkada otomatis masuk ke daftar pemilih pada 19 April. Sedangkan pemilih tambahan yang sudah menggunakan haknya juga dipastikan masuk DPT putaran kedua Pilkada ibu kota.