Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, masalah yang dihadapi perusahaan pemenang tender pencetakan surat suara putaran kedua adalah demo karyawan. Karena aksi tak kunjung selesai, perusahaan terkait mengundurkan diri sebelum memulai produksi surat suara.
"Ya dia mengundurkan diri dan tidak ada kepastian karena pemogokan para buruh, jadi berisiko," ujar Sumarno di kantornya, (1/3).
Atas pengunduran tersebut, KPU RI akan menunjuk pengganti perusahaan untuk memproduksi surat suara. Pengadaan logistik tersebut dilakukan melalui lelang di katalog elektronik milik KPU RI.
"Belum ada penggantinya dari KPU RI. Kan lelangnya lewat e-katalog di KPU pusat, ada peringkatnya pemenang satu, dua, tapi saya belum tahu. (Produsennya) satu perusahaan saja," ujarnya.
Selain penambahan surat suara dan DPT, KPU DKI juga memprediksi peningkatan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Berbagai ketentuan ihwal putaran kedua Pilkada DKI akan diumumkan penyelenggara pemilu Sabtu (4/3) mendatang. (gil)