Komisioner KPU DKI Mochamad Sidik menyebut, lembaganya sangat terbuka dengan proses pemungutan suara di TPS sehingga saksi bisa saja diperbolehkan terlibat dalam proses pengecekan data pemilih.
Akan tetapi, menurut Sidik, usulan itu harus mempertimbangkan pelaksanaan di lapangan agar proses pengecekan data pemilih tidak menganggu proses pemungutan suara di TPS.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan terkait dengan tata letak TPS yang kemungkinan berubah jika saksi ikut terlibat dalam proses pengecekan data pemilih. "Saya kira tentu saja mungkin. Cuma ini kan tata letak TPS itu seperti apa, di mana tempat duduk saksi," ujarnya.
Ahok khawatir ada C6 palsu atau penyalahgunaan surat tersebut oleh beberapa oknum di hari pemungutan suara putaran kedua.
Sidik melanjutkan, saat ini KPU DKI sedang merumuskan sistem atau tata cara agar keterlibatan saksi dalam proses pengecekan data pemilih bisa diterapkan saat pemungutan suara putaran dua, April mendatang.
"Kami sedang merumuskan di tingkat provinsi seperti apa misalnya kemungkinan-kemungkinan saksi juga bisa menyaksikan atau melihat dokumen dari para pemilih" kata Sidik.