Terima Usulan Anies-Sandi, KPU Jakarta Batasi Penonton Debat

Patricia Saraswati, M. Andika Putra | CNN Indonesia
Selasa, 04 Apr 2017 18:00 WIB
KPU Jakarta membatasi penonton debat sebanyak 120 yang terdiri dari 20 tamu VIP dan 100 tamu pendukung. Ketetapan ini berdasarkan usulan Anies-Sandi. KPU Jakarta membatasi penonton debat sebanyak 120 yang terdiri dari 20 tamu VIP dan 100 tamu pendukung. Ketetapan ini berdasarkan usulan Anies-Sandi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta membatasi jumlah penonton yang menghadiri debat putaran kedua pada 12 April mendatang. KPU Jakarta membuat ketetapan ini berdasarkan usulan yang disampaikan pasangan calon gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Itu usulan tim paslon yang kami terima. Kami kasihlah ini kan debat putaran kedua satu-satunya dan terakhir," kata Komisioner KPU DKI Dahliah Umar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (4/4).

KPU Jakarta membatasi penonton debat sebanyak 120 tiap pasangan calon yang terdiri dari 20 tamu VIP dan 100 tamu pendukung.

Merespons soal pembatasan penonton debat, Sandi bersyukur usulannya diterima. Namun, dia berharap jumlah penonton lebih sedikit dari ketetapan KPU tersebut.
Anies-Sandi meminta jumlah penonton debat putaran kedua Pilkada DKI 2017 tak lebih dari 30 orang untuk setiap pasangan calon.

"Kami mengusulkan penonton tak lebih dari 30. Terdiri dari dewan pakar dan tim pemenangan," kata Sandi di Pujasera Melawai, Jakarta Selatan.

Sandi beralasan, penonton dalam jumlah banyak akan mengganggu konsentrasi kandidat saat debat berlangsung. Dia mengungkapkan pada debat pilkada putaran pertama tersedia 300 kursi penonton untuk setiap pendukung pasangan calon.

Jumlah penonton yang terlalu banyak, kata dia, mengganggu proses debat dan sulit ditegur, seperti meneriakkan yel-yel saat pasangan calon sedang berbicara.

"Saat itu, setiap mas Anies ngomong, pendukung paslon lain mengangkat dan melambaikan tangan menutupi penunjuk waktu. Itu intimidasi, saya alami tiga kali," kata Sandi.
Sandi menilai debat yang diselanggarakan KPU DKI merupakan debat terpanas yang ia rasakan. Ia mengatakan penonton sulit terkontrol hingga tim pengamanan dikerahkan berjaga di sekitar pendukung.

"Kalau bisa contoh debat Hillary Clinton sama Donald Trump. Lebih kelihatan kualitas debatnya, tidak dibatasin waktunya dan tidak bertele-tele. Masyarakat juga bisa menilai kalau memang jawaban enggak langsung ke pokok persoalan," kata Sandi.

Lebih lanjut Sandi meminta relawan Anies-Sandi untuk menonton debat di rumah atau menonton bersama di posko mereka.

Belakangan ini pasangan Anies-Sandi menjadi perbincangan karena menolak hadir dalam debat yang diadakan Kompas TV. Anies menyebut dirinya dan Sandi absen karena acara debat tidak sesuai rencana awal. Selain itu, untuk menurunkan tensi politik.
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER