Menurut Anies, spanduk yang tersebar secara masif di berbagai titik di Jakarta merupakan bentuk fitnah yang ditujukan kepada pasangan calon nomor urut tiga.
"Beberapa waktu ini, ada yang hobinya kurang keren, hobinya bikin fitnah. Enggak keren lah kalau fitnah sih, masa Pilkada fitnah. Spanduk-spanduk ini," kata Anies di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Cicurug, Jakarta, Senin (3/4).
Lihat juga:Aksi 313 Picu Kubu Islam Tradisional Golput |
Anies mengaku santai menghadapi serangan fitnah tersebut. Tetapi ia mengimbau berbagai pihak untuk mengembalikan kampanye Pilkada sebagai ajang adu program.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan akan terus fokus berkampanye dengan tiga program andalannya yakni soal pendidikan, lapangan pekerjaan dan kebutuhan harga barang pokok yang terjangkau.
Minta Relawan Copot Spanduk
Secara terpisah, Sandiaga Uno mengaku telah meminta relawan untuk mencopot spanduk yang bertajuk Jakarta Syariah tersebut. Spanduk yang juga menampilkan foto Anies-Sandi itu ia nilai bisa memecah belah persatuan.
"Saya sudah meminta relawan untuk ikut menurunkan itu," kata Sandi di kawasan Semper Utara, Cilincing, Jakarta Utara.
"Kepada oknum yang terus menyebar hoax dan spanduk-spanduk itu berhentilah. Boleh beda pandangan, tapi kalau jagoannya mau kalah jangan melakukan hal provokasi. Sehingga warga merasa pemimpin tidak berhubungan dengan baik," kata Sandi.