Anies-Sandi Minta Kominfo Bekukan Akun Provokatif @CangHaris

Abi Sarwanto, M Andika Putra | CNN Indonesia
Rabu, 05 Apr 2017 17:36 WIB
Akun dengan username Ustad Haris itu memposting cuitan yang mengajak pemasangan spanduk 'Jakarta Bersyariah' di beberapa titik di Jakarta. Tim advokasi Anies-Sandi meminta Kominfo membekukan akun @CangHaris. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Advokasi pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno menyurati Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meminta pembekuan akun provokatif @CangHaris di lini masa Twitter.

"Hari ini saya sudah buat surat ke Kominfo agar akun @CangHaris itu dibekukan," kata Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi saat dihubungi wartawan, Rabu (5/4).

Akun @CangHaris diketahui memposting cuitan yang mengajak pemasangan spanduk 'Jakarta Bersyariah' di beberapa titik di Jakarta. Dalam beberapa cuitannya, akun itu juga menentang pencopotan spanduk yang dilakukan tim Anies-Sandi.


Yupen menduga akun tersebut menjadi dalang fitnah dan digunakan untuk mendiskreditkan pasangan calon nomor tiga selama ini. Dia pun hingga kini belum mengetahui sosok dibalik akun @CangHaris tersebut.
Yupen mengatakan, akun yang mereka duga anonim itu sudah dipantau tim advokasi dan tim media sosial Anies-Sandi sejak lama. Hanya saja pihaknya masih mendiamkan akun tersebut untuk menentukan sikap/langkah guna menindaklanjuti akun dengan username Ustad Haris.

"Kami diamkan karena malas juga lapor-lapor polisi begitu. Tapi makin ke sini makin enggak benar. Jadi saya pikir, perlu diambil langkah hukum agar akun itu dibekukan. Kedua, kalau tahu siapa orangnya, akan kami laporkan," ujarnya.

Tim advokasi Anies-Sandi telah melaporkan pemasangan spanduk Jakarta Bersyariah itu kepada Bawaslu DKI Jakarta melalui laporan lisan kepada salah satu komisioner, Mimah Susanti.

Saat kejadian, Senin lalu, Yupen mengaku langsung mengontak Mimah dengan mengirim berbagai foto yang berkaitan dengan spanduk. Dia pun menyebut bertemu dengan Mimah di sidang Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP).

"Saat itu, ternyata Bawaslu sudah meminta Satpol PP untuk menurunkan semua spanduk-spanduk itu. Saya dikirim foto-foto. Artinya, Bawaslu sudah menindaklanjuti laporan kami walaupun masih lisan," kata Yupen.

Anies Baswedan sebelumnya telah membantah menyebarkan spanduk yang memuat program penerapan syariat Islam dalam 100 hari kerja jika terpilih sebagai pemimpin Jakarta.
Spanduk yang diklaim sebagai penyebaran fitnah oleh tim Anies-Sandi (Tim Anies-Sandi)
Menurut Anies, spanduk yang tersebar secara masif di berbagai titik di Jakarta merupakan bentuk fitnah yang ditujukan kepada pasangan calon nomor urut tiga.

Sandiaga Uno sementara itu menyerahkan masalah spanduk bertajuk Jakarta Bersyariah ke Satuan Tugas (Satgas) Anti-hoax. "Itu tim Satgas anti-hoax yang mengatasi," kata Sandi di Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Sandi menegaskan pemasangan spanduk bukan merupakan kampanye Anies-Sandi meski akun @CangHaris menyertakan tanda pagar #AniesSandi. "Pasti bukan (kampanya kami), 100 persen digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah," kata Sandi.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER