Anies Merasa Difitnah soal Spanduk Penerapan Syariat Islam

M. Andika Putra, CNN Indonesia | Senin, 03/04/2017 19:12 WIB
Tim pemenangan Anies-Sandiaga mendeteksi spanduk syariat Islam itu mulai beredar sejak tadi pagi di sejumlah titik, terutama di wilayah Jakarta Barat. Anies menduga spanduk penerapan syariat Islam disebar secara sistematis untuk memfitnah dirinya dan Sandiaga di Pilkada DKI. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anies Baswedan dan Sandiaga Uno membantah telah menyebarkan spanduk yang memuat program penerapan syariat Islam dalam 100 hari kerja jika terpilih sebagai pemimpin Jakarta.

Menurut Anies, spanduk yang tersebar secara masif di berbagai titik di Jakarta merupakan bentuk fitnah yang ditujukan kepada pasangan calon nomor urut tiga.

"Beberapa waktu ini, ada yang hobinya kurang keren, hobinya bikin fitnah. Enggak keren lah kalau fitnah sih, masa Pilkada fitnah. Spanduk-spanduk ini," kata Anies di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Cicurug, Jakarta, Senin (3/4).
Spanduk penerapan syariat Islam dideteksi muncul sejak pagi tadi. Menurut Anies, pemasangan spanduk itu dilakukan secara sistemastis dan masif. Sebab, spanduk banyak ditemukan di berbagai titik, terutama di Jakarta Barat.


Anies mengaku santai menghadapi serangan fitnah tersebut. Tetapi ia mengimbau berbagai pihak untuk mengembalikan kampanye Pilkada sebagai ajang adu program.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan akan terus fokus berkampanye dengan tiga program andalannya yakni soal pendidikan, lapangan pekerjaan dan kebutuhan harga barang pokok yang terjangkau.
"Isu-isu seperti ini bukan isu yang jadi perhatian dan saya minta kepada semuanya, yuk kembali Pilkadanya yang keren, bicara program, bicara tentang warga Jakarta dan kalau sudah pakai fitnah-fitnah kayak gini tuh, seperti kehilangan percaya diri jadinya," ujarnya.

Minta Relawan Copot Spanduk

Secara terpisah, Sandiaga Uno mengaku telah meminta relawan untuk mencopot spanduk yang bertajuk Jakarta Syariah tersebut. Spanduk yang juga menampilkan foto Anies-Sandi itu ia nilai bisa memecah belah persatuan.

"Saya sudah meminta relawan untuk ikut menurunkan itu," kata Sandi di kawasan Semper Utara, Cilincing, Jakarta Utara.
Sandi menegaskan, spanduk yang terletak di sejumlah titik seperti di Taman Mini (Jakarta Timur), Ceger (Jakarta Timur) dan Jagakarsa (Jakarta Selatan), itu tidak dicetak oleh tim pemenangan Anies-Sandi. Apalagi, kata dia, spanduk itu memuat informasi palsu atau hoax.

"Kepada oknum yang terus menyebar hoax dan spanduk-spanduk itu berhentilah. Boleh beda pandangan, tapi kalau jagoannya mau kalah jangan melakukan hal provokasi. Sehingga warga merasa pemimpin tidak berhubungan dengan baik," kata Sandi.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK