"Selama ini banyak kasus hukum mandek, hilang, dan tidak terbuka prosesnya. Bisa tidak Jaksa Agung ke depannya melakukan langkah-langkah terobosan?" kata
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desmond mengatakan tidak mudah untuk mencari Jaksa Agung ideal saat ini, terlebih untuk memilih persona yang tegas menolak memainkan perkara seperti yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Desmond lantas mencontohkan kinerja Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang dinilai ideal sebagai penegak hukum di Indonesia. Bambang, kata politikus Gerindra itu, bisa bersikap tegas dan nonkonformis atas kongkalikong perkara hukum. "Kalau Kejagung butuh sosok seperti itu, jadikan saja (Bambang sebagai Jaksa Agung)," kata dia.
Saat ini, menurut Desmond, kinerja Kejaksaan Agung diragukan berbagai pihak, termasuk DPR. Kerja Jaksa Agung selama ini juga sebatas pada rutinitas yang monoton. Belum ada terobosan hukum yang dikeluarkan Jaksa Agung di era Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kejaksaan mestinya bisa tahu diri. Semangat penegakan hukum dipertanyakan terus. Moralitas Kejagung juga rendah," kata dia.
Ditanya mengenai pendapatnya atas beberapa kandidat Jaksa Agung, Desmond mengatakan beberapa nama ada yang pernah terkena kasus hukum, seperti Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto. Sementara M. Prasetyo yang diusulkan NasDem kental dengan unsur politik yang bisa membuatnya menjadi nonobjektif.
"Bagi saya sosok Jaksa Agung yang paling ideal selama ini adalah Baharuddin Lopa. Kapasitas Jaksa Agung mesti bisa seperti Lopa," kata Desmond.
Baca: Nama Jaksa Agung Bisa Keluar Pekan Ini