"Saya pikir sih aman saja, nelayan kecil tidak dapat tuh BBM subsidi, yang dapat justru yang besar-besar," kata Susi saat memberikan keterangan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (18/11).
Susi mengatakan, saat ini ada dua kelompok nelayan yang harus dibedakan identitasnya. Mereka adalah nelayan ikan dan nelayan solar. Kelompok nelayan solar, dijelaskan Susi, adalah kelompok nelayang yang pergi ke laut untuk berjualan solar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi lantas menegaskan, yang dibutuhkan oleh nelayan saat ini adalah ketersediaan bahan bakar untuk mereka beroperasi di laut, bukan masalah harga yang menjadi perdebatan. Kelangkaan BBM di pesisir pantai adalah persoalan yang menjadi pekerjaan rumahnya.
Bos Susi Air itu mengaku ingin agar pemerintah tidak terlalu banyak mengalokasikan anggaran untuk subsidi BBM. Sebab, kata Susi, seharusnya masyarakat, khususnya pejabat, malu menggunakan BBM bersubsidi.
"Bahkan ada ambassador datang ke saya. Dia merasa aneh mobil pribadinya diisi BBM bersubsidi. Dia merasa itu hanya terjadi di sini," kata Susi.