"Kalau kata anak muda itu lebay," ujar Edhy di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Rabu (19/11).
Anggapan berlebihan itu, dikatakan Edhy, mengingat kemacetan yang masih terus saja terasa di jalan-jalan protokol ibukota. Menurutnya, masyarakat masih mampu membeli BBM, meski terlihat antrean mengular setelah BBM diumumkan naik oleh Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi masalah aksi demonstrasi atau mogok yang dilakukan berbagai lembaga, Edhy pun mengaku tak mempermasalahkan. Baginya, aksi hanya sekedar sebuah pernyataan beda pendapat.
Menanggapi masalah demo, Edhy menyayangkan aksi-aksi demo yang dilakukan oleh sebagian masyarakat, yang malah merugikan orang lain.
"Jangan membuat anarki, sudah begitu saja. Jangan membebani rakyat, tetapi bekerja untuk rakyat. Orang mau jualan tidak bisa. Mobil mau jalan tidak bisa karena macet. Pokoknya jangan merugikan rakyat," kata Edhy.