"Kebijakan ini tak kreatif, atau bisa disebut malas. Masa APBN beban fiskal terganggu, lalu solusinya menaikkan BBM? Kalau begitu sih, enggak perlu presiden yg hebat," ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/11).
Menurutnya, beban fiskal tersebut jangan dipindahkan ke pundak rakyat. Apalagi selama ini rakyat melihat Jokowi sebagai sosok pembela rakyat kecil. "Kami di KMP ini terpaksa menggunakan hak interpelasi, mengingat kebijakan kenaikan BBM sangat tidak tepat, saat harga dunia turun. Seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana cara jalan keluar agar harga bahan pokok masarakat jadi ringan. Itu kan alasan mereka pilih jokowi agar mereka tidak susah lagi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menyatakan sikap kerasnya kepada pemerintah terkait kebijakan menaikkan harga BBM. Muzani memandang aneh pemerintah karena memutuskan kenaikan harga BBM ketika dunia tengah berpesta turunnya harga minyak.
"Gerindra minta agar pemerintah cabut keputusan ini," ungkap Muzani di Gedung DPR, Jakarta beberapa waktu lalu.