"Kami meminta bantuan PPATK untuk menelusuri aliran transaksi dari kejahatan narkoba. Bila perlu nanti minta bantuan lembaga yang lain untuk menelusuri," ujar Yasonna di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Selasa malam (25/11).
Yasonna yakin lembaga intelijen keuangan itu akan mencari jalan untuk menjangkau kejahatan cuci duit oleh sindikat narkoba transnasional. Kerja sama transnasional menghadapi kejahatan itu juga akan dioptimalkan.
"Perlu kerja sama bilateral, multilateral, antarnegara soal itu. Amerika Serikat dan beberapa negara besar sudah berkeinginan, bukan hanya Indonesia saja karena narkoba sudah menjadi masalah internasional," ujar Yosanna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala PPATK Agus Santoso mengatakan, lembaganya memang punya kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian. "Kalau cuma diungkap fisik (pidana narkotika), biasanya hanya satu orang atau kelompok kecil. Kalau dielusuri aliran transaksinya dengan follow the money, akan diungkap jaringannya," kata Agus ketika dihubungi CNN Indonesia, Rabu (26/11).
"Dengan penuntutan kumulatif, yang bersangkutan (terdakwa) diminta asal usul hartanya. Biasanya, uang dari hasil kejahatan narkoba digunakan untuk membeli aset mewah seperti rumah dan mobil," ujarnya.
Aset tersebut, Agus menjelaskan, yang selanjutnya dirampas oleh dan untuk negara.