Direktur Eksekutif Migrant Care, lembaga advokasi buruh migran, Anies Hidayah menyampaikan apresiasinya kepada terpilihnya Nusron Wahid sebagai kepala BNP2TKI yang baru.
Lihat juga:Jokowi Lantik Kepala BKPM dan BNP2TKI |
"Saya akui Pak Nusron itu orang baik dan punya kualitas. Sayangnya, dia tidak punya sejarah perlindungan buruh migran dan ketenagakerjaan selama menjadi politisi," kata Anies saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (28/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, peran BNP2TKI tersebut tidak berjalan dengan baik karena adanya tumpang tindih kewenangan antara BNP2TKI dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (sekarang Kemenaker).
Rebutan kewenangan tersebut, katanya, membuat fungsi pengawasan dan perlindungan buruh migran tidak berjalan dengan baik.
"Semua dilakukan semau-maunya, mulai dari merekrut, menampung dan memberikan pelatihan. Sangat tidak manusiawi dan pengawasan sangat lemah," ujar dia.
Anies kemudian menyampaikan ke depannya pihaknya berharap BNP2TKI bisa mereformasi sistem rekrutmen TKI. Selain itu, fungsi pengawasan juga diharapkan bisa lebih diperketat terutama terhadap perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia swasta (PJTKIS) ke luar negeri.
Lebih jauh lagi, pihaknya mengharapkan pemerintah nantinya bisa tegas melarang pejabat yang ikut serta dalam bisnis penempatan buruh migran.
Peran serta pejabat dalam bisnis tersebut, katanya, terlalu besar sehingga memonopoli bisnis penempatan buruh migran.
Sementara itu, Nusron Wahid selaku Kepala BNP2TKI terpilih mengatakan tidak menyangka terpilih sebagai kepala BNP2TKI yang baru.
"Selama sepuluh tahun saya menjabat di DPR, saya selalu menghindar isu tenaga kerja. Tiba-tiba Tuhan menyuruh saya di sini," ujar dia.