“Munas memang bertujuan khusus untuk pemilihan ketua umum. Tapi jika pemilihan keta umum diselenggarakan di waktu terpisah, saya kira tak akan jadi persoalan. Tidak ada ketentuan yang mengatur pemilihan ketua umum harus digelar bersama Munas,” kata Akbar di Hotel Westin, Nusa Dua, Senin (1/12), lokasi berlangsungnya Munas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan ketua umum Golkar itu mengatakan siap memediasi Agung dan Ical dan mencari solusi terbaik bagi keutuhan partainya. Akbar pun telah menyampaikan niatnya bertemu Agung kepada Priyo Budi Santoso, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar yang berada di kubu Agung.
Saat ini Akbar masih menunggu respons Agung lewat Priyo. Akbar mengingatkan waktu yang tersedia untuk melekatkan keretakan di tubuh Golkar cukup sempit. “Waktu kami tak panjang. Saya harap bisa mempertemukan Ical dan Agung hari ini,” ujarnya.
Akbar Tandjung menjadi satu tokoh senior Golkar yang berperan sentral dalam mengupayakan perdamaian di partai beringin itu. Akbar yang sempat memimpin Golkar pasca Orde Baru tumbang tak rela bila perpecahan melanda partainya.