Pendamping Ahok

Ahok Incar Djarot Jadi Wakil Sebelum Jokowi Dilantik

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 04/12/2014 07:34 WIB
Ahok Incar Djarot Jadi Wakil Sebelum Jokowi Dilantik Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima surat rekomendasi Djarot Saiful Hidayat sebagai calon wakil gubernur Jakarta dari Ketua DPD PDIP Jakarta Boy Sadikin di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/12). (CNN Indonesia/ Hanna Azarya Samosir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan telah lama membidik mantan wali kota Blitar Djarot Saiful Hidayat sebagai wakilnya. Pilihan tersebut bahkan sudah dipikirkan sebelum Joko Widodo dilantik sebagai presiden.

"Waktu itu saya khawatir kalau Pak Jokowi jadi Presiden, maka dia kan berhenti jadi pasangan saya. Jadi saya pikir, saya cari, yang cocok dan mirip Pak Jokowi siapa? Ya Djarot," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku sudah lama mengenal Djarot dan memahami kinerjanya sebagai wali kota Blitar selama sepuluh tahun. "Saya kan kenal baik sama dia sejak 2006. Dari awal saya sudah pilih Djarot," ujar Ahok.


Namun keinginan Ahok tersebut sempat terkendala akibat pro-kontra di internal partai tempat Djarot bernaung, yakni PDIP. "Karena partai enggak mau mutusin juga (siapa rekomendasi wakil gubernur Jakarta). Dewan Pimpinan Daerah PDIP DKI juga maunya Boy Bernardi Sadikin," kata Ahok.

Dewan Pimpinan Pusat PDIP sebelumnya memang menggadang dua nama untuk dimajukan sebagai wakil Ahok, yakni Boy Bernardi Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat. Sementara DPD PDIP Jakarta cenderung memilih Boy karena putra mantan gubernur Jakarta Ali Sadikin itu banyak berjasa dalam tim pemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012. Boy yang menjabat Ketua DPD PDIP DKI Jakarta juga dianggap berhasil membuat PDIP menang pilkada, pileg, dan pilpres di Jakarta.

Namun, akhirnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merestui wakil pilihan Ahok, Djarot. “Saya sudah dikontak. Saya beruntung, Ibu Megawati menyetujui Pak Djarot. Ahok anak hoki,” kata Djarot gembira.

Surat rekomendasi Djarot sebagai calon wakil gubernur Ahok dari DPP PDIP bahkan diantar ke Balai Kota DKI Jakarta oleh Boy, Rabu (3/12). Menerima surat tersebut, Ahok merasa senang. Ia akan melayangkan surat usulan calon wakil gubernur Jakarta ke Kementerian Dalam Negeri sebelum tenggat waktu Sabtu (6/12).

Restu PDIP kini menjadi krusial bagi Ahok. Pasca sang gubernur keluar dari Gerindra, ia kehilangan dukungan dari Koalisi Merah Putih di DPRD DKI Jakarta. Pengumumannya sebagai Gubernur Jakarta di rapat paripurna istimewa DPRD DKI bahkan diboikot oleh KMP. Namun berkat dukungan Koalisi Indonesia Hebat dengan PDIP sebagai pusatnya, Ahok tetap melenggang ke kursi gubernur.