“Saya menyambut baik bagi partai dan fraksi yang ikut mendukung akan hal ini dan tetap optimis kepada partai dan fraksi lain," kata pria yang akrab dipanggil Ibas ini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/12).
Fraksi yang ada di DPR diyakini Ibas akan mengedepankan etika serta tidak berkhianat terhadap kesepakatan yang sudah ada. Termasuk mendengar suara rakyat untuk menggelar pilkada secara langsung dengan beberapa perbaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aturan dan perbaikan Perppu Pilkada Langsung mensyaratkan calon kepala daerah untuk mewujudkan harapan rakyat," kata Ibas. Kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat menurutnya pasti akan bertanggungjawab penuh untuk memajukan serta menyejahterakan rakyat.
Demokrat berharap dengan adanya perbaikan-perbaikan tersebut, solusi untuk menuju pematangan demokrasi di Indonesia akan ditemukan.
Saat ini Demokrat terus berupaya melobi seluruh fraksi di DPR untuk bisa meloloskan Perppu Pilkada Langsung. Lobi terutama dilakukan pada Koalisi Merah Putih (KMP) yang sejak awal menginginkan pemilihan kepala daerah ada di tangan DPRD.
Salah satu partai anggota KMP, Golkar sudah secara tegas menolak Perppu pasca keputusan Munas IX di Bali. Sementara fraksi lain yang tergabung dalam KMP belum menentukan sikapnya. (Baca : Munas Golkar Pertegas Tolak Perppu Pilkada)
Demokrat saat ini berharap fraksi yang masuk dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tetap berkomitmen memperjuangkan Perppu. Sejak awal, fraksi dalam KIH (PDIP, NasDem, Hanura, PKB) mengusung pilkada langsung oleh rakyat.
(Baca : Golkar Ingkar, SBY Minta PD Merapat ke PDIP)