PERAYAAN NATAL
PGI: Selamat Natal Sudah Diucapkan Sebelum Lembaga Islam Ada
CNN Indonesia
Selasa, 23 Des 2014 15:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jerry Sumampouw menyatakan ucapan Natal dari umat Islam sudah dilakukan sejak lama. Ini karena umat bergama di Indonesia menjunjung tinggi rasa saling menghormati dan menghargai sebagai bagian dari kerukunan berbangsa.
“Ucapan Natal sudah dilakukan sebelum lembaga-lembaga keislaman ada di tanah air. Umat Islam selama ini memang selalu menghargai hari raya umat Kristen,” kata Jerry kepada CNN Indonesia, Selasa (23/12).
Jikapun ada organisasi Islam yang melarang muslim untuk mengucapkan selamat Natal, Jerry tak yakin hal tersebut bakal disetujui oleh umat Islam. “Sebaliknya, bayangkan apa jadinya jika umat Kristiani dilarang mengucapkan selamat hari raya bagi muslim?” ujar Jerry.
Terkait pernyataan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin yang menyebut selamat Natal boleh diucapkan muslim, Jerry mengatakan toh sebelum ini tak ada larangan untuk mengucapkan selamat Natal.
PGI menafsirkan ucapan Din sebagai ajakan bagi umat Islam untuk bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama dengan saling memberi selamat sebagai bangsa yang berbudaya.
Din sebelumnya mengatakan ucapan selamat Natal dari muslim di Indonesia biasanya dilakukan karena faktor persahabatan dan budaya kerukunan antarumat. “Selama itu tidak mempengaruhi akidah, maka (ucapan selamat Natal) dapat dilakukan,” kata Din. (Baca: Fatwa MUI soal Natal Tak Spesifik Larang Ucapan Selamat)
“Ucapan Natal sudah dilakukan sebelum lembaga-lembaga keislaman ada di tanah air. Umat Islam selama ini memang selalu menghargai hari raya umat Kristen,” kata Jerry kepada CNN Indonesia, Selasa (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PGI menafsirkan ucapan Din sebagai ajakan bagi umat Islam untuk bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama dengan saling memberi selamat sebagai bangsa yang berbudaya.
Din sebelumnya mengatakan ucapan selamat Natal dari muslim di Indonesia biasanya dilakukan karena faktor persahabatan dan budaya kerukunan antarumat. “Selama itu tidak mempengaruhi akidah, maka (ucapan selamat Natal) dapat dilakukan,” kata Din. (Baca: Fatwa MUI soal Natal Tak Spesifik Larang Ucapan Selamat)