"Paling tidak, coba kami bisa menyelam sekali saja untuk memastikan ada tidaknya serpihan atau korban di zona itu. Kalau pun tidak ada, kami lega karena ada kepastian," kata Charles Batlajery, Komandan Operasi SAR Basarnas Special Group di KN Purworejo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal KN Purworejo di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. (CNN Indonesia/Abraham Utama) |
Mengawali perjalanan, penyelam Basarnas sudah mempersiapkan peralatan canggih mereka. Remote Operation Vehicle (ROV) atau alat pendeteksi benda bawah laut yang selama ini tersimpan rapi dalam bungkusnya, telah 100 persen siap digunakan.
Berjalan dengan kecepatan tinggi, KN Purworejo pada 08.45 WIB sudah melewati KRI Banda Aceh. Kapal milik TNI Angkatan Laut itu merupakan titik utama evakuasi korban AirAsia QZ8501 di laut lepas.
Pukul 13.41 WIB, Kapten Adil Triyanto memutar arah saat melihat benda semacam life vest di sisi kanan geladak. Kecepatan kapal diturunkan seminimal mungkin agar para evakuator Basarnas dapat mengecek benda tersebut.
Seorang penyelam BSG terlihat siap menunggu perintah Charles untuk terjun ke laut. Opsi penyelaman tak diambil karena benda itu disinyalir sampah kapal pencari ikan. Benar saja, benda bercorak kuning itu memang tak ada kaitannya dengan AirAsia QZ8501. Benda bertuliskan aksara Mandirin itu ternyata jeriken.
Setelah peristiwa itu, KN Purworejo terus berlayar menuju dermaga Kumai. Pencarian akan kembali dilakukan pagi ini, Sabtu (3/1). Charles berharap timnya dapat segera berkontribusi positif pada proses pencarian pesawat milik taipan Malaysia Tony Fernandes yang mengangkut 162 orang tersebut.
Meski memendam kekecewaan, tak satupun dari awak kapal akan pulang sebelum puing dan seluruh jasad ditemukan. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.
Benda yang diduga terkait AirAsia QZ8501 lewat di sisi kanan KN Purworejo, Jumat siang (2/1). (CNN Indonesia/Abraham Utama) |
Kapal KN Purworejo di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. (CNN Indonesia/Abraham Utama)
Benda yang diduga terkait AirAsia QZ8501 lewat di sisi kanan KN Purworejo, Jumat siang (2/1). (CNN Indonesia/Abraham Utama)