Kapusdokkes Polri Brigadir Jenderal Arthur Tampi mengatakan, mulai hari ini, proses identifikasi post-mortem yang dilakukan oleh tim DVI tak hanya dilakukan oleh ahli forensik dalam negeri.
Akan tetapi, beberapa negara yang telah mengirimkan bantuannya ke Indonesia, juga terus memberikan bantuan dengan menurunkan ahli-ahli forensik terbaik mereka untuk membantu tim DVI Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya Singapura, bantuan tenaga ahli juga diberikan oleh Korea dan Australia. Arthur menyebutkan, negara tetangga, Australia, sudah memberikan konfirmasi atas kedatangan dua pakar forensik mereka.
Sebelumnya, tim DVI telah mengumumkan hasil identikfikasi tiga jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 8501. Ketiganya adalah awak kabin AirAsia Wismoyo Ari Prambudi, 24, asal Klaten; bocah perempuan berusia 10 tahun, Jie Stevie Gunawan, asal Surabaya; dan juga penumpang bernama Juanita Limantara, 30, asal Surabaya. (meg)