EVAKUASI AIR ASIA
Data Ante Mortem AirAsia QZ8501 Sudah Lengkap
Vriana Indriasari | CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2015 05:56 WIB
Surabaya, CNN Indonesia -- Tim Disaster Victim Indentification (DVI) Polda Jawa Timur telah melengkapi semua data ante mortem atau saat belum meninggal dari jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501.
"Data ante mortem, alhamdulillah sudah lengkap atas bantuan interpol," kata Kadiv Humas Polda Jatim Kombes Awi Setiyono saat dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Minggu (4/1).
Sebelumnya, data ante mortem tinggal menyisakan co pilot Remi Emanuel Plesel yang berkewarganegaraan Perancis. Keluarga Remi Emanuel Plesel diketahui tinggal di Kepulauan Karibia sehingga sulit dihubungi.
"Kami dibantu interpol," tukas Awi.
Kini data ante mortem dari seluruh orang yang berada dalam pesawat QZ8501 yang hilang pada Minggu, 28 Desember 2014, telah lengkap. Pekerjaan tim DVI kini mencoba mencari sampel DNA karena baru terkumpul 146.
Belum lengkapnya sampel DNA ini karena ada kendala yang dihadapi tim disaster victim identification (DVI).
Selain itu, hingga Minggu (4/1) malam, Rumah Sakit Bhayangkara sudah menerima 34 jenazah. Sembilan jenazah sudah diserahkan kepada keluarga.
"Ada 12 jenazah yang menjalani pemeriksaan post mortem. Yang empat jenazah baru juga sudah sampai malam ini dari Pangkalan Bun," kata Awi menutup pembicaraan. (kid/kid)
"Data ante mortem, alhamdulillah sudah lengkap atas bantuan interpol," kata Kadiv Humas Polda Jatim Kombes Awi Setiyono saat dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Minggu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini data ante mortem dari seluruh orang yang berada dalam pesawat QZ8501 yang hilang pada Minggu, 28 Desember 2014, telah lengkap. Pekerjaan tim DVI kini mencoba mencari sampel DNA karena baru terkumpul 146.
Selain itu, hingga Minggu (4/1) malam, Rumah Sakit Bhayangkara sudah menerima 34 jenazah. Sembilan jenazah sudah diserahkan kepada keluarga.
"Ada 12 jenazah yang menjalani pemeriksaan post mortem. Yang empat jenazah baru juga sudah sampai malam ini dari Pangkalan Bun," kata Awi menutup pembicaraan. (kid/kid)