Ancaman Keamanan

JK Anggap Travel Warning AS ke Surabaya Bukan Masalah

Noor Aspasia Hasibuan, CNN Indonesia | Senin, 05/01/2015 20:41 WIB
JK Anggap Travel Warning AS ke Surabaya Bukan Masalah Suasana Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Minggu, (4/1). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai peringatan ancaman keamanan atau travel warning yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat kepada warganya yang bepergian ke Surabaya sebagai hak penuh negara tersebut.

"Semua negara berhak untuk memberikan peringatan kepada warga negaranya. Terserah saja," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (5/1).

Pria kelahiran Makassar itu tak menganggap peringatan untuk tidak bepergian ke Surabaya, Jawa Timur, itu sebagai masalah.


"Mungkin itu laporan intelijenn (AS). Bagi saya, tidak ada soal. Itu hak mereka," kata JK.

Ia menyatakan, hal sama juga akan dilakukan pemerintah Indonesia seandainya menerima laporan intelijen serupa. "Sama saja," ujarnya.

Secara terpisah, Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan kondisi di Surabaya sejauh ini aman.

Polri telah berkoordinasi secara langsung dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan mengecek kondisi seluruh Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia, tak hanya di Surabaya.

Terkait pengamanan objek-objek vital di Surabaya dan Jakarta pasca keluarnya peringatan perjalanan oleh Amerika Serikat, Sutarman menyatakan pengamanan tersebut rutin dilakukan.

Selain Sutarman, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menegaskan kondisi Surabaya aman. "Tidak ada apa-apa. Surabaya biasa-biasa saja, aman," kata dia di Crisis Centre QZ8501.

Sabtu (3/1), Kedubes AS memperingatkan ancaman keamanan bagi warganya di Surabaya. Menurut AS, ada potensi ancaman terhadap hotel-hotel dan bank-bank AS di kota itu. AS pun merekomendasikan peningkatan kewaspadaan bagi warganya yang mengunjungi fasilitas yang berafiliasi dengan AS di Surabaya. (utd/agk)