"Sebanyak 60 persen daerah pemekaran ternyata gagal meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata Tjahjo di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (6/1). Angka itu diperoleh dari hasil penelitian internal Kemendagri yang dilakukan sejak tahun 1999 sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain wilayah perbatasan yang minta dimekarkan, ada pula daerah yang justru menolak untuk dimekarkan. Namun penolakan ini pun bermotif uang.
Untuk meninjau kesejahteraan masyarakat perbatasan, Tjahjo berencana mengunjungi wilayah perbatasan seperti Nusa Tenggara Timur untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan sekolah yang rusak di sana.
Saat ini anggaran untuk perbatasan mencapai Rp 16 triliun. Anggaran itu tersebar di seluruh kementerian/lembaga. Tjahjo berharap anggaran sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di perbatasan. (sur/agk)