"Kita mencoba meyakinkan kawan-kawan kita yang di Epicentrum ini untuk memahami pemilihan presiden ini sudah selesai, koalisi ini tak mungkin permanen," kata Siswono saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siswono menilai sulit dimengerti sikap kader Partai Golkar ketika ada kadernya menjadi Wakil Presiden yaitu Jusuf Kalla, namun Golkar berada di posisi berseberangan. "Dalam kegiatan Partai Golkar selalu diucapkan ikrar Panca Bhakti yang salah satunya adalah setia kawan," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia era Soeharto tersebut.
Siswono menegaskan, Golkar bukan ingin menjadi pendukung pemerintah, namun menjadi mitra kritis pemerintah yang konstruktif. Ia menilai ada beberapa kader Golkar kubu Aburizal sepakat dengan ide keluar dari KMP ini.
Pada pertemuan 23 Desember lalu, para Juru Runding Ical masih menekankan Golkar tetap dapat menjadi mitra pemerintah meski berada di dalam Koalisi Merah Putih. Keluar dari KMP memang terlihat sedikit sulit bagi kubu Aburizal karena Ketua Umum Golkar Munas Bali itu adalah Ketua Presidium KMP. Sementara Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Partai Golkar menjabat sebagai Koordinator KMP. (sur/obs)