"Tim operasi akan mencari bagian-bagian pesawat lain. Tim dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Tranaportasi) dan BPPT (Badan Penerapan dan Pengajian Teknologi) saat ini juga sedang mati-matian mencari lokasi blackbox di area operasi," Kepala Basarnas, Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo, kepada wartawan di Kantor Basarnas, Jakarta, Rabu (7/1).
Ekor pesawat tersebut ditemukan pada jam 5 pagi ini oleh kapal GeoSurvey di sektor operasi khusus II. Ekor pesawat QZ8501 diperkirakan berukuran 10x5x3 meter. Namun hingga saat ini belum disampaikan rencana pengangkatan bagian ekor pesawat yang telah ditemukan tersebut.
Selain menemukan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501, pada hari ke-11 pencarian Basarnas juga mengonfirmasi penemuan jenazah korban di perairan Selat Karimata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, setiap pesawat komersial harus dilengkapi dengan cockpit voice recorder (perekam suara kokpit) dan flight data recorder (perekam data penerbangan). Dua benda terpisah ini yang biasa disebut dengan kotak hitam atau black box.
Sementara di dalam perekam data penerbangan terekam banyak data seperti waktu, ketinggian, kecepatan, dan arah pesawat. Perekam yang lebih modern dapat merekam lebih banyak hal yang terjadi di pesawat, seperti gerakan sayap, auto pilot, dan jumlah bahan bakar. Informasi yang tersimpan di alat ini sangat penting bagi penyidik untuk mengetahui penyebab kecelakaan. (rdk/sip)