Pertama, sebelum melakukan pengangkatan Tim telah menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau perangkat bawah laut yang dapat dikendalikan dari atas kapal. Disamping itu, Tim yang dikomandoi oleh Basarnas itu juga sudah mengerahkan sedikitnya 6 kapal laut yang beroperasi untuk melokalisir keberadaan ekor pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alat ini semacam kapal selam mini tanpa kabel dan punya sensor. AUV sendiri sudah diturunkan," ujar Indroyono.
"Alat ini bisa mengangkat hingga 20 ton dan berbentuk balon, alatnya sudah ada di Batam," katanya
Sementara itu, Komandan SAR Pangkalan Bun Marsekal Pertama Supriyadi memastikan bahwa benda yang awalnya ditemukan kapal Mahakarya Geo Survey tersebut merupakan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501.
"Bisa dilihat dari huruf A, X, C yang terdapat diekor pesawat yang terbalik. Sebenarnya kalau cuma dibawah 30 meter saja pegangkatan bisa pakai sling," ungkapnya.
Sebelumnya Kepala Basarnas FH Bambang Soelistyo memastikan bahwa benda yang ditemukan Kapal MGS Geo Survey itu adalah bagian ekor pesawat. Dari foto yang ada, pada benda yang ditemukan di sektor prioritas dua itu terdapat huruf A dan X berukuran besar. Huruf ini sesuai dengan kode registrasi AirAsia QZ8501 yakni PK-AXC.
“Bagian ekor sudah di-konfirm dan ditemukan di sektor prioritas II yang berada di sektor tambahan yang berbentuk diagonal,” kata Soelistyo. (sur)