Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, memandang Pilkada serentak sebagai sinyal bagi lembaga antirasuah untuk tidak tinggal diam. Konstelasi politik itu dinilai berpotensi dijadikan sebagai ajang korupsi besar-besaran.
"Jika Pilkada serentak digelar sesuai jadwal pada 2015, itu tentunya bakal terjadi kapitalisasi uang. KPK akan bergerak meminimalisasi potensi korupsi di sana," ujar Bambang di Gedung KPK, Kamis (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan terjadi segregasi sosial di masyarakat. Jika ini tidak dipantau dari sekarang, kita bisa kelabakan," ujarnya.
KPK pada akhir tahun 2014 telah menentukan arah dan kebijakan di tingkat deputi. Konsenterasi mengawal Pilkada serentak telah dirancang dengan menyusun program-program yang bisa meminimalisasi potensi korupsi di ajang politik daerah tersebut.
"Kami telah melakukan kajian-kajian dan masuk ke daerah-daerah untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi potensi korupsi itu," kata Bambang tanpa merinci kajian yang dimaksud. (meg/obs)