Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Komandan SAR Mission Coordinator posko Pangkalan Bun, S.B. Supriyadi, satu jenazah ditemukan oleh kapal laut Takanami sementara dua lainnya dari kapal Onami yang keduanya milik Jepang di perairan Kalimantan Tengah.
Sebelum diberangkatkan ke RS. Bhayangkara melalui Lanud Juanda, Surabaya, jenazah akan diidentifikasi dan dipetikan lebih dulu oleh Tim Disaster Verification Identification (DVI) posko Pangkalan Bun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuaca Cerah Berawan
"Diperkirakan kondisi cuaca hari ini nampak relatif kondusif dan mendukung untuk proses evakuasi. Namun tetap waspada, menjelang siang awan hujan akan kembali muncul terutama beberapa tempat di sebelah barat wilayah pencarian," kata Lukman di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Dari perkiraan, gelombang laut akan berkisar antara 1,5 sampai 2,5 meter di wilayah temuan, sedangkan wilayah timur berkisar antara 2 - 3 meter. Adapun kondisi arus di sektor barat 15-30 cm per detik sedangkan di bag timur berkisar 20-50 cm per detik. Akan tetapi, terdapat potensi peningkatan kecepatan arus di sore hari mencapai 70 cm per detik.
"Untuk itu kami himbau kepada tim penyelam agar waspada dan dapat mengantisipasinya," terangnya.
Di samping gelombang dan arus bawa laut, hari ini di sekitar area pengangkatan ekor pesawat potensi awan Cumulonimbus (Cb) masih akan ada dan terdeteksi oleh pihak BMKG. Untuk itu informasi terkini akan selalu disampaikan kepada para penerbang dan KRI yang akan melakukan misi hari ini.
(obs)