Ekor pesawat QZ8501 itu berada di dasar laut pada kedalaman 34 meter, sekitar 128 kilometer dari Pangkalan Bun dan 188 kilometer dari Pulau Belitung. Upaya pengangkatan ekor ini dipantau langsung oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga semalam, (Kamis 8/1), ada tujuh objek yang telah terdeteksi dan diduga kuat bagian dari pesawat QZ8501. Dari ketujuh objek itu, hanya satu yang berhasil teridentifikasi, yakni ekor pesawat AirAsia.
“Kita tidak bisa mendengar bunyi ‘ping’ atau sinyal di bawah air. Alat pinger locator yang bisa mendengar. Setelah sinyal diterima pinger locator, baru kita bisa tahu posisi black box,” kata Soelistyo.
Pinger locator ialah alat mungil untuk mengirimkan sinyal sonar kepada kotak hitam. Jika sinyal tersebut diterima kotak hitam, maka kotak hitam akan mengirimkan balik informasi keberadaannya secara lengkap.
Pinger locator beroperasi di bawah laut, dan biasa ditempelkan pada robot tanpa awal yang dikendalikan secara nirkabel dari kapal. Sinyal sonar yang dipancarkan alat itu dapat menjangkau hingga kedalaman 6.000 meter lebih.
Pencarian kotak hitam dengan pinger locator harus hati-hati. Sebelum pinger locator digunakan, area operasi perlu disterilkan, baik dari kapal-kapal maupun para penyelam.
“Kalau mau mengoperasikan pinger locater tidak boleh ada gangguan dari kapal-kapal lain di sekitar,” kata Soelistyo. Seluruh kapal yang ada di area target akan diperintahkan untuk menjauh.
Keselamatan penyelam juga diperhatikan. “Kalau penyelam sedang terjun ke laut, tidak boleh ada pinger locator maupun side scan sonar yang dihidupkan karena telinga penyelam bisa rusak,” ujarnya.
Pinger locator tersebut baru akan digunakan apabila kotak hitam QZ8501 ternyata tak berada di ekor pesawat. (Baca: Diduga Ada Kotak Hitam, Ekor QZ8501 Diangkat Ekstra Hati-hati)
Selain mencari kotak hitam dan bagian-bagian pesawat QZ8501 di sektor prioritas II operasi, Basarnas juga menginstruksikan kepada armada SAR Gabungan untuk terus mencari korban di sektor operasi lain. (agk)