Bagian ekor itu kini berada di kapal Crest Onyx. "Saya yakin kotak hitam ada di bagian ekor pesawat," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko seperti dikutip dari detik.com, Sabtu (10/1).
Persiapan pengangkatan ekor pesawat yang hilang kontak pada 28 Desember 2014 itu sudah dilakukan sejak pukul 05.00 WIB. Sebanyak empat unit lifting bag dan 10 penyelam disiagakan dari posko gabungan di Pangkalan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi kotak hitam hingga kini belum diketahui. "Belum ada, kami mencoba mencari posisi koordinat. Mudah-mudahan ditemukan posisinya oleh penyelam," ujar Supriyadi.
Meski ekor pesawat yang ditemukan di kedalaman 35 meter di bawah laut tersebut sudah diangkat, Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi mengatkaan, saat ini tim juga masih fokus untuk menemukan korban.
"Yang penting adalah di mana letak main bodynya, di mana para korban terperangkap. Itulah yang ditunggu keluarga. Mereka sudah 14 hari menunggu kapan jenazah tiba," kata Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Sabtu (10/1).
Pada hari ke-14 pencarian pesawat AirAsia QZ8501, tim SAR telah menemukan total 48 jenazah, 27 di antaranya sudah diidentifikasi. Proses pencarian korban masih terus dilakukan. Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan, proses evakuasi tak berbatas waktu.
Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura itu diketahui hilang kontak pada 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat itu mengangkut 162 penumpang termasuk awak kabin dan pilot. (rdk)