"KPK sudah melakukan analisis bahwa foto itu hasil editan atau rekayasa. Itu menurut ahli kami. Foto yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Rabu petang.
Keyakinan tersebut, menurut Bambang, didasarkan pada foto asli yang berhasil dilacak tim TI KPK. Bambang menyebut tidak ada wajah Abraham pada foto tersebut. "Kami dapat foto asli yang belum rekayasa. Jadi wajahnya diganti dan ditempel muka ketua KPK," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pekerjaan KPK yang harus dilanjutkan. Kami hanya bisa meminta pihak lain untuk menghentikan fitnah. Ini cara yang paling soft," katanya.
"Kami tidak bisa merinci risiko-risiko itu. Yang jelas, fitnah ini diluar kendali kami," ujar Bambang.
Rabu pagi, beredar tujuh foto yang menunjukkan wajah mirip Samad bersama dengan seorang perempuan yang serupa wajah Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira.
Ketujuh foto tersebut diketahui disebar ke hampir seluruh redaksi media di Indonesia melalui surat elektronik, Rabu (14/1) tepat pukul 05.13 WIB. Kotak surat elektronik CNN Indonesia juga menerima foto yang informasi pengirimnya atas nama Andini Wijayanti. (rdk/utw)