Menurut Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, penolakan ini dilakukan karena Demokrat tak ingin disalahkan oleh masyarakat karena ikut mendukung Budi jadi Kapolri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain menurutnya adalah tidak ada hal yang mendesak sehingga Presiden Joko Widodo harus segera melantik Budi Gunawan. Pasalnya masa jabatan Jenderal Sutarman baru berakhir pada Oktober mendatang. Masih ada waktu sembilan bulan lagi untuk presiden menyeleksi calon pengganti Sutarman.
Sementara itu Penasehat fraksi Demokrat Syarief Hasan menegaskan Demokrat tidak akan walk out dari rapat paripurna ini. "Partai Demokrat tidak akan walk-out nanti," kata Syarif.
Sebelumnya, Komisi III DPR secara resmi menyetujui pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia, kemarin.
"Secara musyawarah mufakat dan aklamasi, kami tetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri," kata Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin di ruang rapat Komisi III, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Menurut Aziz, dengan diterimanya Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, berarti Kapolri saat ini, Jenderal Sutarman, resmi diberhentikan.
(sur/sip)