"Semua sudah clear saat saya mengikuti seleksi anggota Kompolnas dan KPK. Sudah clear di DPR," ujarnya pada aksi bertajuk Save KPK Untuk Polri Bersih di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait laporan ini, Adnan mengaku tak kaget. Resiko dikriminalisasi menurutnya adalah salah satu resiko menjadi pimpinan KPK. "Saya siap kalau harus harus mengalami resiko seperti yang dialami Pak Bambang. Itu adalah resiko perjuangan," ujarnya.
Kuasa saham PT Desy Timber, Mukhlis Ramdhan saat melaporkan Adnan ke Mabes Polri membantah pelaporan bermuatan politis. "Tidak ada muatan apapun dalam kasus ini. Ini murni panggilan hati nurani," kata Mukhlis di Bareskrim Mabes Polri, Sabtu (24/1).
Sementara itu Praktisi hukum Todung Mulya Lubis menilai telah terjadi pelemahan sistematis terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pelemahan itu sistematis. Setelah Bambang, Adnan Pandu, kemudian Zulkarnain (yang diserang)," kata Todung di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (24/1).
Jika terjadi semua wakil ketua dinonaktifkan, menurutnya, KPK akan lumpuh karena hanya tinggal sang Ketua Abraham Samad.
Lihat juga:Todung Mulya Sebut Pelemahan KPK Sistematis |