"Idealnya pimpinan KPK lengkap lima orang," kata Jasin, Minggu (25/1) kepada CNN Indonesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pimpinan KPK jadi tersangka nonaktif," kata Jasin. Dengan begitu, lembaga antirasuah hanya mengandalkan pimpinan yang ada saat ini saat pimpinan yang jadi tersangka berhenti untuk sementara..
Jasin sendiri menyesalkan kembali dijadikannya pimpinan KPK sebagai tersangka. Kasus serupa pernah muncul saat Jasin menjadi Wakil Ketua KPK. Saat itu dua Wakil Ketua KPK yang lain Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah juga menjadi tersangka atas kasus penyalahgunaan wewenang.
Keduanya sempat nonaktif sehingga pimpina KPK hanya tinggal M Jasin dan Haryono Umar. Sementara Ketua KPK Antasari Azhar sudah lebih dulu nonaktif karena terjerat kasus pembunuhan berencana. "Saat itu penanganan kasus terus berjalan, tidak pernah ada yang mempermasalahkan kolegialitas KPK, " kata jasin.
KPK dan Polri bersama Kejaksaan Agung menurutnya harus solid dalam menunjukan komitmen pemberantasan korupsi. Bagaimana cara untuk menguatkan soliditas itu, menurut Jasin unsur pimpinan tiga lembaga penegak hukum itu sudah tahu caranya. (sur)