Jokowi Janjikan Tambahan Dana Rp 230 Triliun ke Daerah

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 29/01/2015 10:51 WIB
Jokowi Janjikan Tambahan Dana Rp 230 Triliun ke Daerah Presiden Joko Widodo menunjuk ke arah wilayah Timor Leste di Jembatan tapal batas yang menghubungkan wilayah Indonesia dan Timor Leste, Mataain, Desa Silawan, Tasifeto Timur, Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/12). (Antara/Setpres-Agus Suparto)
Bogor, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo berjanji akan memberi tambahan alokasi anggaran ke daerah. Dengan begitu, kepala daerah diharapkan dapat leluasa mengelola anggaran yang diperoleh lebih baik untuk membangun daerahnya masing-masing.

Jokowi menyampaikan hal ini di depan ratusan kepala daerah yang hadir dalam rapat konsolidasi gelombang I dan II di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1). Dalam pertemuan tersebut beberapa bupati mengeluhkan dana transfer ke daerah masih kurang.

Menurut Jokowi, saat ini ruang fiskal yang dimiliki Indonesia sudah sehat. Beberapa pos anggaran sudah dihapus. "Saya sampaikan sehat karena beban-beban yang dulu menggelayut pada anggaran kita sekarang ini sudah kita pangkas," kata Jokowi.


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bahkan mengatakan, ruang fiskal yang ada saat ini sekitar Rp 230 triliun. Menurutnya, anggaran ini akan dicoba untuk dialokasikan ke daerah pada tahun depan.

Namun ia belum yakin apakah dana dari ruang fiskal tersebut akan diberikan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus atau Dana Alokasi Umum. "Masih dirumuskan apakah dalam bentuk DAK, apakah dalam bentuk transfer daerah," katanya. Ia berharap dengan alokasi tambahan ini daerah punya keluasan untuk mengelola itu lebih baik.

Saat ini, Sang Presiden memimpin rapat konsolidasi gelombang III dengan 110 bupati dari wilayah Indonesia bagian timur, di antaranya bupati dari Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 21 orang, Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 15 orang, Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 12 orang, Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 11 orang, Provinsi Gorontalo sebanyak 5 orang, Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 6 orang, Provinsi Papua sebanyak 28 orang, dan Provinsi Papua Barat sebanyak 12 orang. (sur/sip)