Peneliti Indonesian Legal Resource Centre (ILRC), Siti Aminah, mengatakan kewenangan sidang praperadilan hanya mencakup pemutusan sah tidaknya penangkapan terhadap seseorang, menguji sah tidaknya penerbitan SP3, dan permohonan ganti kerugian. (Baca: Budi Gunawan Tetap Layangkan Gugatan Praperadilan atas KPK)
“Jika dilihat dari KUHAP, kita bisa menganalisa bahwa apa yang diajukan Budi sebenarnya tidak masuk dalam wewenang sidang praperadilan," ujar Siti di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jakarta, Jumat (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi gugatan praperadilan yang sudah diajukan Budi, Siti mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian itu sebenarnya tidak dilarang oleh hukum.
"Pengajuan gugatan praperadilan sebenarnya hak Budi juga. Jika melihat hukum acara di Indonesia memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Terkait siapa yang bisa menguji bukti permulaan yang cukup itu,” tutur Siti. “Hukum acara kita belum mengatur sampai ke sana. Saat ini hak itu masih kewenangan penyidik KPK maupun Polri," jelas Siti melanjutkan.
Walaupun tidak dilarang secara hukum, namun jika berpedoman pada KUHAP maka apa yang diajukan Budi dalam praperadilan Senin esok sebetulnya tidak sesuai dengan fungsi dan wewenang pengadilan.
"Sah-sah saja sih (permohonan sidang praperadilan). Tapi secara normatif apa yang diajukan tidak masuk ke wewenang sidang praperadilan," ujar Siti meneruskan. (obs/obs)