"Memang harus diperbaiki, dan kita harus terima (predikat kota termacet), tapi yang paling penting itu tadi perbaikan," ujar JK di Kantor Wapres, Jakarta (05/02).
JK menanggapi bahwa solusi alternatif kemacetan ini melalui percepatan pembangunan. "Pembangunan transportasi publik itu saja 45 T, jika memang kurang harus ditambah, kan ini supaya mengurangi kemacetam," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Indeks ini mengacu dari data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, dan alat untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan kendaraan setiap kilometernya. Jumlah tersebut kemudian dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahun di 78 negara.
Di bawah Surabaya, berturut-turut menyusul Saint Petersburg (Rusia), Moskwa (Rusia), Roma (Italia), Bangkok (Thailand), Guadalajara (Meksiko), dan Buenos Aires (Argentina).
Sedangkan untuk kota dengan lalu lintas terlancar ditempati Tampere (Finlandia), dan berturut-turut disusul Rotterdam (Belanda), Bratislava (Slovakia), Abu Dhabi (UEA), Brisbane (Australia), Antwerp (Belgia), Porto (Portugal), Brno (Ceko), Kopenhagen (Denmark), dan Kosice (Slovakia). (pit/pit)