"Wilayah di sekitar bantaran Sungai Ciliwung yang akan terkena banjir adalah Kampung Pulo, Gang Arus, dan Pengadegan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Senin (9/2).
BNPB juga mensinyalir, kawasan Pondok Raya, Pasar Mampang, Pulau Raya, Jati Padang, Cipete Selatan, Pondok Labu, Bendungan Hilir dan Rumah Sakit Mintoharjo akan menjadi wilayah terdampak luapan Kali Krukut.
Sementara itu, sebelas kawasan di bantaran Kali Pesanggarahan yang diperkirakan akan banjir adalah Cirendeu Indah, Sepolwan, Deplu, IKPN, Ulujami, Perdatam, Tanah Kusir, Cipulir, Cidodol, Kedoya, Perum Kelapa Dua, Pos Pengumben.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga terjadi di lokasi pengamatan Kali Krukut di Ciganjur. Di tempat ini ketinggian air terus meninggi hingga mencapai 174 sentimeter.
"Banyaknya banjir di Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara ini sesuai dengan konsentrasi sebaran hujan yang berada di Jakarta bagian utara. Hujan sangat lebat terjadi di Kemayoran dengan curah hujan 177 mm per hari," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.
Berdasarkan data BNPB, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan memiliki titik banjir terendah di ibukota. Dua wilayah itu masing-masing memiliki 17 dan 8 titik.
Sutopo mengatakan, curah hujan hari ini lebih rendah dibandingkan curah hujan pada banjir Jakarta 2013 dan 2014 lalu. Menurutnya, buruknya drainase perkotaan serta kurangnya kawasan resapan air menyebabkan drainase tidak mampu mengatuskan limpasan pasokan air permukaan yang melimpah. (sip)