Bantaran Sungai Ciliwung Dipastikan Terendam Banjir

Abraham Utama, CNN Indonesia | Senin, 09/02/2015 18:32 WIB
Bantaran Sungai Ciliwung Dipastikan Terendam Banjir Anak-anak mendorong bajaj yang mogok melintasi banjir di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin, 9 Februari 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan Sungai Ciliwung akan membanjiri pemukiman warga yang berada di sekitar bantarannya. Tak hanya Ciliwung, Kali Krukut dan Kali Pesanggarahan pun diprediksi akan meluap.

"Wilayah di sekitar bantaran Sungai Ciliwung yang akan terkena banjir adalah Kampung Pulo, Gang Arus, dan Pengadegan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Senin (9/2).

BNPB juga mensinyalir, kawasan Pondok Raya, Pasar Mampang, Pulau Raya, Jati Padang, Cipete Selatan, Pondok Labu, Bendungan Hilir dan Rumah Sakit Mintoharjo akan menjadi wilayah terdampak luapan Kali Krukut.

Sementara itu, sebelas kawasan di bantaran Kali Pesanggarahan yang diperkirakan akan banjir adalah Cirendeu Indah, Sepolwan, Deplu, IKPN, Ulujami, Perdatam, Tanah Kusir, Cipulir, Cidodol, Kedoya, Perum Kelapa Dua, Pos Pengumben.


Berdasarkan data yang dihimpun Posko Banjir Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta, hingga pukul 17.40 WIB, dua lokasi pengamatan Sungai Ciliwung telah berstatus siaga tiga, yakni di Depok dan Manggarai.

Hal serupa juga terjadi di lokasi pengamatan Kali Krukut di Ciganjur. Di tempat ini ketinggian air terus meninggi hingga mencapai 174 sentimeter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, hingga pukul 16.00 WIB, hari ini, terdapat 93 titik banjir DKI Jakarta. Jakarta Pusat menjadi kawasan dengan titik banjir terbanyak dengan 35 titik. Jakarta Barat dan Utara menyusul dengan 28 dan 17 titik banjir.

"Banyaknya banjir di Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara ini sesuai dengan konsentrasi sebaran hujan yang berada di Jakarta bagian utara. Hujan sangat lebat terjadi di Kemayoran dengan curah hujan 177 mm per hari," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.

Berdasarkan data BNPB, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan memiliki titik banjir terendah di ibukota. Dua wilayah itu masing-masing memiliki 17 dan 8 titik.

Sutopo mengatakan, curah hujan hari ini lebih rendah dibandingkan curah hujan pada banjir Jakarta 2013 dan 2014 lalu. Menurutnya, buruknya drainase perkotaan serta kurangnya kawasan resapan air menyebabkan drainase tidak mampu mengatuskan limpasan pasokan air permukaan yang melimpah. (sip)