Dalam survei itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menempati peringkat teratas sebagai kepala daerah dengan kinerja paling memuaskan. Ia dipilih oleh 22,3 persen responden. Di tempat kedua, menyusul Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dipilih oleh 18,2 persen responden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga hal itu, menurut Nico, merupakan contoh kinerja yang akan diingat publik. “Warga ingin punya pemimpin yang tegas dalam menjalankan pembangunan dan membersihkan birokrasi. Ini karena selama ini pelayanan publik sangat buruk akibat pungutan liar,” kata dia.
Risma sebenarnya lebih dulu dikenal masyarakat dibanding Ahok. Keberadaan Ahok pun sempat berada di bawah bayang-bayang Jokowi, Gubernur DKI Jakarta sebelum dia.
“Tahun lalu Jokowi menjadi kepala daerah yang dinilai paling baik kinerjanya,” kata Nico.
Survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepala daerah ini melibatkan 1.200 responden. Di bawah Ahok dan Risma, berturut-turut ialah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (8,4 persen), Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno (6,8 persen), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (6,8 persen), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (6,2 persen), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (5,2 persen).
Popularitas kepala daerah juga dipengaruhi oleh luas dan signifikansi wilayah yang mereka pimpin. “Ahok banyak mendapat sorotan karena memimpin ibu kota, sedangkan Risma banyak dilihat warga karena Surabaya tidak terlalu besar,” ujar Nico.
Faktor luas dan signifikansi wilayah itu membuat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah tidak masuk sepuluh besar kepala daerah dengan kinerja terbaik meski sesungguhnya kinerja mereka berdua patut diaparesiasi. (agk)