Menteri Kesehatan Siapkan 18 Posko untuk Korban Banjir

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 11/02/2015 17:16 WIB
Menteri Kesehatan Siapkan 18 Posko untuk Korban Banjir Warga menggunakan jasa rakit untuk melintasi banjir di kawasan Sunter, Jakarta, Selasa, (10/2). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puncak hujan yang terjadi pada awal Februari ini menyebabkan banjir berdampak pada belasan ribu warga DKI Jakarta. Untuk menjamin kesehatan warga terkena dampak banjir, pemerintah menyediakan 85 posko kesehatan terdiri atas dokter dari Universitas Atmajaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

"Sudah pengungsi, sakit lagi. Kasian, dong. Jadi, kami siap, dokternya juga banyak, mereka juga dokter-dokternya siap," ujar Nila.


Nila mengatakan saat banjir terdapat beberapa jenis penyakit yang penyebarannya bisa melonjak, seperti diantaranya infeksi saluran pernapasan akut (ispa), diare, dan penyakit yang diakibatkan oleh tikus. Untuk mencegah penyakit diare, pemerintah, kata Nila, menyediakan akses air bersih dan penjernihan air serta sanitasi kepada warga Jakarta yang terimbas banjir.

"Jadi, infeksi saluran pernapasan atau ISPA yang paling banyak. Kami juga takut diare makanya kami sediakan akses air bersih, penjernihan air dan sanitasi, " kata dia.

Sementara itu, ditanya mengenai kemungkinan meningkatnya kasus demam berdarah akibat musim penghujan, Nila menjawab banjir akan mengurangi penyebaran penyakit demam berdarah. "Karena air banjir merupakan air kotor, sementara demam berdarah memerlukan genangan air bersih untuk menyebar," kata dia.

Lebih jauh lagi, Nila mengatakan penyakit memang mudah menular ketika manusia berkumpul di suatu tempat, apalagi tempat pengungsian. Namun, pemerintah, katanya, siap untuk menyediakan bantuan serta pelayanan kesehatan memadai. "Jadi kami siap. Dari Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta siap sekali dengan obat-obatan, makanan tambahan buat bayi, dan kita juga harus jaga kebersihan. Jadi, dikasih juga alat untuk cuci tangan sebelum makan," kata dia.

Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, jumlah warga DKI Jakarta yang terdampak banjir mencapai 56.883 jiwa dengan jumlah pengungsi sebanyak 13.728 jiwa yang tersebar di 17 titik lokasi pengungsian. (utd/sip)