Didesak Segera Beri Keputusan, Jokowi Diagendakan Blusukan

Resty Armenia, Basuki Rahmat N, CNN Indonesia | Rabu, 18/02/2015 09:26 WIB
Didesak Segera Beri Keputusan, Jokowi Diagendakan Blusukan Tim 9 dari kiri (berdiri) Hikmahanto Juana, Oegroseno, Imam Prasojo, Bambang Widodo Umar dan Syafii Maarif (keduanya duduk) saat memberi keterangan pers di Maarif Institute Jakarta, Selasa malam, 17 Februari 2015. Mereka meminta Presiden Jokowi untuk membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak kunjung memutuskan soal jadi atau tidaknya Komisaris Jenderal Budi Gunawan dilantik sebagai Kapolri. Kondisi ini membuat banyak pihak, termasuk Tim 9 dan kalangan DPR mendesaknya untuk segera mengambil keputusan.

Namun sampai sejauh ini, Rabu pagi (18/2), belum ada tanda-tanda Presiden Jokowi menanggapi berbagai desakan itu. Pada pukul 13.00 WIB Jokowi malah diagendakan melakukan kunjungan kerja atau blusukan ke sejumlah tempat di ibu kota. Belum diketahui pasti mana saja tempat yang akan dikunjungi.

Blusukan kali ini akan dilakukan bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.


Sebelum agenda blusukan, Jokowi akan menggelar dua audiensi berturut-turut pukul 10.15 dan 10.30 WIB di Istana Merdeka, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Untuk diketahui, Presiden beserta keluarga saat ini masih berada di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Desakan agar Presiden Jokowi segera mengumumkan sikapnya atas polemik calon Kapolri terus mengalir. Pada 5 Februari lalu sebelum bertolak ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, Jokowi menjanjikan bakal mengumumkan sikapnya soal polemik calon Kapolri setelah  balik ke Tanah Air. Namun setelah tiba di Indonesia pada 10 Februari lalu, Jokowi hingga sekarang belum juga memberi keputusan. Sudah lebih dari sepekan sejak Jokowi berada di Tanah Air.

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi berdalih belum bisa memutuskan karena masalah ini tidak sederhana, bertumpuk antara persoalan hukum dan politik. Jokowi kembali menjanjikan bakal secepatnya mengumumkan keputusannya.

Tuntutan agar Jokowi secepatnya memutuskan juga datang dari Ketua Tim 9, Ahmad Syafii 'Buya' Maarif, tadi malam. “Jangan lama-lama lah. Kita berharap supaya kalimat 'secepatnya' itu lebih ada kepastian dari Presiden,” ujar Buya ketika ditemui di kantor Maarif Institute, Jakarta, Selasa malam (17/2). (obs/obs)