Hal ini diakui politikus Partai Golkar Rambe Kamarul Zaman. Menurutnya, calon kepala dan wakilnya yang diusung oleh partai politik tergantung dari kecocokan masing-masing partai. "Jadi, walaupun dalam koalisi yang ada sekarang mereka pasti lebih memilih kerjasama dengan yang benar-benar cocok. Sebab tuntutan kecocokan itu diminta saat pencalonan calon gubernur dan wakil gubernur, maupun calon bupati dan wakil bupati," kata Rambe kepada CNN Indonesia, Kamis (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komisi II DPR ini melanjutkan, kecocokan antar partai politik di daerah akan sangat menentukan pasangan dari partai mana saja yang akan berkompetisi di Pilkada nantinya. "Sepuluh partai yang ada saat ini pasti akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu," ujar Rambe.
DPR telah menyepakati revisi Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota pada Selasa (17/2) lalu. Dalam salah satu poin revisi terdapat peraturan yang menyebutkan bahwa masyarakat akan memilih calon gubernur, bupati, atau wali kota secara berpasangan atau sistem paket. (sur)