"Beli beras pandanwangi 50 kilo, beli wortel, manggis, ikan dan singkong," kata Jokowi, kepada awak media.
Tak hanya belanja, Jokowi pun fokus stabilitas harga sembako, khususnya beras yang belakangan naik hingga 30 persen dalam jangka waktu dua minggu saja. Menanggapi hal tersebut, Jokowi memastikan tidak akan ada impor beres untuk beberapa waktu kedepan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi tidak menampik, kenaikan harga beras karena adanya mafia beras yang mencoba mempermainkan harga. Tak hanya itu, pembenahan manajemen stok di Bulog pun akan segera dilakukan, termasuk dengan menjaga kualitas beras.
Masalah lain yang membuat harga beras melonjak menurut orang nomer satu di republik ini adalah terkait manajemen distribusi. Meski beberapa daerah akan panen raya, seperti Demak, Ngawi dan Kudus, pihaknya tengah memastikan masalah distribusi bisa diselesaikan.
"Kita lihat problem distribusi ada problem apa disitu. Yang di (pasar) Cipinang sudah saya bacakan tadi dari beras harga Rp 10.300 sekarang Rp 9.300," jelasnya.
Untuk distribusi, pemerintah tengah mengusahakan seluruh pasar mampu menerima hasil panen maksimal tiga hari setelah panen. Hal itu telah dilakukan dan berhasil di terapkan dalam pendistribusian menuju Pasar Cipinang. (pit)