"Kami sudah bekerja sama dengan polisi untuk melakukan koordinasi penanggulangan terorisme dan radikalisme di perguruan tinggi. Semua kami lakukan bersama polisi dan nanti akan kami tuangkan dalam nota kesepahaman," ujar Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3).
Nasir menjelaskan, kepolisian memiliki aksi antiteror yang bisa mengantisipasi mana saja yang bisa dikendalikan dan mana yang bisa diamankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir menuturkan, kerja sama itu telah dibahas dengan Presiden Joko Widodo. Selain membahas penanggulangan terorisme di perguruan tinggi, dia mengaku diminta Presiden untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang bisa dimanfaatkan dunia usaha.
"Dalam hal ini membangun technopark dan sains technopark di negeri ini, mulai Aceh sampai Papua. Ini yang akan segera digarap," ujar dia. (rdk)