Analis: Golkar Sudah Lahirkan 6 Partai Baru, dan Bisa Jadi 7

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Sabtu, 21/03/2015 12:44 WIB
Golkar amat biasa dilanda konflik internal. Enam partai sudah lahir dari konflik beringin, dan mungkin akan bertambah satu lagi akibat perseteruan Agung-Ical. Ketua Umum Golkar Agung Laksono saat menyambangi Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Rabu (11/3). Paloh menyebut Golkar sebagai saudara tua NasDem. (Antara/Wahyu Putro A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- ‘Perang’ antara kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical) belum berakhir. Golkar, beringin yang tumbuh dengan akar kuat sejak zaman Orde Baru itu, belum bisa lega. (Baca: Kisah Akar Partai Beringin)

Golkar, menurut pakar politik Populi Center Nico Harjanto, sudah amat terbiasa dengan konflik. Faktanya, Golkar melahirkan empat anak, yakni partai-partai baru, sejak 1999. Keempat anak Golkar itu ialah Partai Musawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Hanura, Gerindra, Nasdem.

“Partai Golkar terbiasa dengan konflik. Oleh sebab itu kalau konflik kali ini nantinya melahirkan partai baru, ya wajar saja,” kata Nico di Jakarta, Sabtu (21/3).


Partai pertama yang dilahirkan Golkar ialah MKGR. Ini berbeda dengan MKGR ormas sayap Golkar yang diketuai oleh Priyo Budi Santoso yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Golkar kubu Agung Laksono.

Partai MKGR berdiri pada  27 Mei 1998, didirikan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia era orde baru, Mien Sugandhi. Namun partai ini sekarang tak pernah terdengar lagi. Partai MKGR terakhir ikut pemilu pada 1999, yakni pemilu pertama era reformasi.

Partai kedua yang lahir dari Golkar ialah PKPI, dimotori oleh mantan politisi Golkar Edi Sudrajat dan Hayono Isman. Nama terakhir, Hayono, kini menjabat anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Pada Kongres III PKPI di Jakarta tahun 2010, Letnan Jenderal Purnawirawan Sutiyoso terpilih menjadi Ketua. PKPI lolos mengikuti Pemilu 2014, namun tak lolos ke DPR.

Partai ketiga yang menjadi anak Golkar ialah PKPB yang berdiri pada 9 September 2002. PKPB pernah mendeklarasikan putri Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, sebagai calon presiden.

Partai keempat dan kelima yang lahir dari Golkar yaitu Hanura dan Gerindra. Keduanya lahir pasca konvensi calon presiden Golkar pada 2004. Saat itu konvensi –yang juga diikuti Prabowo– dimenangkan oleh Wiranto dan ia maju sebagai calon presiden dari Golkar pada Pemilu 2004. Ironisnya, Wiranto harus kalah dari sesame kader Golkar, Jusuf Kalla yang saat itu maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

Wiranto kemudian keluar dari Golkar dan mendirikan Hanura pada 21 Desember 2006, sedangkan Prabowo mendirikan Gerindra pada 6 Februari 2008. Kedua partai yang menjadi kendaraan politik Wiranto dan Prabowo itu lolos menjadi peserta Pemilu 2009, bahkan berhasil lolos ke parlemen. Saat ini Wiranto dan Prabowo menjadi ketua umum di partai yang mereka dirikan itu.

Terakhir, partai keenam yang menjadi anak Golkar ialah NasDem. Pendiri NasDem, Surya Paloh, juga merupakan peserta konvensi Golkar 2004 bersama Wiranto, Prabowo, Aburizal Bakrie (Ical), dan Akbar Tandjung. Paloh mundur dari Golkar dan mendirikan NasDem pada 26 Juli 2011. (agk/agk)