Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demorkasi Didik Supriyanto mengatakan, pada pilkada terdahulu sering terjadi konflik yang disebabkan oleh kurangnya petugas keamanan di lokasi pilkada. Oleh karena itu, Didik menyarankan agar penjagaan pilkada 2015 Polri mendapat bantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didik menjelaskan, ada beberapa daerah yang rawan terjadi konflik saat pilkada berlangsung. Daerah-daerah tersebut di antaranya adalah beberapa provinsi di Sumatera, di Jawa terjadi di Madura, Sulawasi tengah, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
"Yang jadi masalah adalah dulu tak serentak, nah sekarang jadi masalah karena polisi terbatas," kata Didik.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Viva Yoga Mauladi menuturkan, masyarakat tidak perlu risau dengan potensi konflik. Menurut Viva, potensi konflik pasti akan muncul dan sumbernya akan banyak karena pilkada melibatkan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepentingan dan keinginan yang berbeda.
Namun jika seluruh peraturan pilkada bisa dijalankan dengan baik maka masyarakat pun tidak perlu khawatir dengan potensi konflik tersebut. "Dari sisi keamanan, potensi pasti ada. Namun jika seluruh peraturan pilkada bisa dilakukan dengan baik maka tidak perlu khawatir akan adanya konflik," ujar Viva. (rdk)